Al-Muqaddimah

semua frasa + subjek + predikat + nahu + dengung + lughah + balaghah + saraf + harakat apekejadah dalam blog ni aku tulis sendiri dengan menggunakan kepala otak aku sendiri atau dari pusat sumber rujukan yang
dipercayai serta muktamar. kalau nak komen sangat dialu-alukan. tafaddhal. kalau nak kutuk sila pikir banyak kali dulu sebab makhluk lain pun akan baca kutukan kau. aku ade hak nak tulis apa aku suka. ini negara bebas dengan kebebasan bersuara... sila baca dengan minda dan hati yang terbuka dan bukan terlangkup. aku sekadar menyampaikan dakwah dan pesanan serta peringatan dengan caraku sendiri...

Kipas-Susah-Mati~

لا اله الا الله محمد رسول الله في کل لمحة ونفس عددما وسعه علم الله

Thursday, May 26, 2011

Di Istana Sultan Demak

Konon, Nasruddin pernah berkunjung ke Tanah Jawa. Itu terjadi ketika ia masih muda dan penuh jiwa petualangan. Ketika itu ia ikut sebuah kapal dagang yang berlayar ke Timur Jauh, dan dalam perjalanan pulang ke Turki, kapal itu kebetulan mampir di sebuah bandar di pesisir utara Jawa. 

Pada zaman itu, kehebatan Sultan Demak sudah didengarnya, karena itu kesempatan tersebut dipergunakan sebaik-baiknya untuk berkenalan langsung dengan Sultan.

Nasruddin mendapat keterangan bahwa Sultan tidak berkeberatan menerimanya, sebab ia pun ingin berkenalan dengan pemuda Turki yang terkenal cerdas itu. 

Sebelum menghadap, Nasruddin mendapat keterangan terinci mengenai tata tertib keraton Jawa. Antara lain dikatakan oleh pegawai istana, "Nasruddin, kau harus selalu menyembah setiap kali berbicara dengan Sultan!" Lalu ia pun diajar bagaimana melakukan sembah.

Di depan Sultan, Nasruddin duduk bersila dengan tertib. "Kau yang bernama Nasruddin?" tanya Sultan.

"Benar, Yang Mulia," jawab Nasruddin sambil menyembah.

"Kau tinggal dimana?"

"Di Akshehir, Yang Mulia," jawabnya terus tetap menyembah tertib.

"Dekat Masjid Agung?" tanya Sultan.

Nasruddin ingin menunjukkan lokasi masjid di kotanya itu, tetapi ia ingat bahwa harus tetap menyembah kalau berbicara dengan Sultan; jadi ia menunjuk dengan kaki kanannya sambil berkata, "Masjid di sebelah sini, Yang Mulia."

"Dekat pasar?" tanya Sultan lagi.

"Pasar di sebelah sini, Yang Mulia," sambil berkata itu Nasruddin menunjuk dengan kaki kirinya, jadi sekarang kedua kakinya mekangkang.

"Dekat kelurahan?" tanya Sultan.

Nasruddin mulai bingung, ia harus menunjukkan tempat tetapi kedua tangannya untuk menyembah. Akhirnya tangannya yang kanan tetap nempel di hidung, yang sebelah kiri menunjuk, "Kelurahan di sebelah situ, Yang Mulia."

"Lantas, rumahmu sebelah mana?"

Tak ada lagi anggota badannya yang bisa dipakai untuk menunjukkan lokasi rumahnya. Akhirnya dikatakannya, "Rumah hamba di sebelah sana, Yang Mulia," dan sambil berkata itu ia meludah, tepat jatuh di hadapan Sultan.

*********************************

2 comments:

DiNieezyANe said...

Jalan cerita macam tergantung? err

Tukang Tulis said...

itulah pengakhirannya... terpulang pada pembaca untuk buat ending sendiri ape jadi pada nasruddin.. hehe

Related Posts with Thumbnails
dah abis baca kan? dah.. sila la blah. tutup window ni kalau dah tak nak baca lagi. kalau nak baca naik atas balik. sekian. end of transmission. tuttttttt.....
back to top